Nelayan Aceh Ditangkap Otoritas India, ini Penyebabnya

Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, mengatakan ketiga nelayan asal Gampong Jawa, Kota Banda Aceh, yang dinyatakan hilang sejak 17 September lalu kini berada di Kepulauan Andaman, India. Kata dia, mereka saat ini ditahan oleh otoritas India karena memasuki wilayah perairan negara tersebut.

Menurut Cut Adek, mereka ditangkap bukan karena mencuri ikan, tapi karena tidak bisa kembali akibat kabut asap kiriman yang melanda kawasan Aceh beberapa waktu yang lalu.

Ketiga nelayan tersebut ialah Pw Munazir (33), dan dua anak buah kapal, yakni Kaha (33) dan Man (20). Mereka menggunakan kapal KM. Athiya 02 yang berangkat melaut dari pelabuhan kecil di Gampong Jawa, Kota Banda Aceh.

“Mereka musibah murni disebabkan tidak tahu arah pulang dan tersesat akibat kabut asap kebakaran hutan yang melanda Aceh,” kata Cut Adek saat dikonfirmasi awak media di Banda Aceh, Sabtu (12/10).

Kini, pihaknya sudah menyurati ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di India untuk membebaskan tiga nelayan malang tersebut. Sebab, mereka hanya nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil atau 7 GT medin 20 PK.

“Kami sudah mengirim surat ke KBRI. Kita meminta kepada pihak pemerintah RI agar nelayan tradisional itu dibebaskan, karena mereka musibah murni disebabkan tidak tahu arah pulang akibat kabut asap,” sebutnya.

 

Sumber: Rencongpost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *