Peusaba: Bantuan Turki Dibutuhkan untuk Selamatkan Aceh

Peubeudoh Adat dan Budaya Aceh (Peusaba) Aceh, menyatakan, untuk menyelamatkan adat istiadat, situs sejarah dan perdamaian Aceh, Turki harus menolong Aceh.

Ketua Peusaba Mawardi Usman menyatakan bahwa Turki sangat baik dan mulia dalam pandangan bangsa Aceh.

“Apalagi Turki berperan sangat penting dalam perdamaian Moro,” katanya pada Rabu (06/03/2019) dalam rilisnya diterima hidayatullah.com di Jakarta.

Mawardi mengaku miris melihat situasi Aceh yang semakin hari terus dilanda kemelut dan prahara.

Katanya, ancaman pemusnahan situs sejarah Aceh sejak dari era dinasti Seljuq di Gampong Pande menjadi kawasan IPAL dan langkah melumpuhkan adat istiadat Aceh secara terang-terangan membuat Aceh sangat terancam.

Peusaba mengingatkan bahwa perdamaian Aceh dan kekhususan Aceh di ujung tanduk.

Karena itu, menurut Peusaba bahwa Aceh membutuhkan bantuan dari luar untuk menyelamatkan Aceh sekarang ini.

Turki yang memiliki sejarah ratusan tahun dengan Aceh diharapkan dapat menolong, menyelamatkan perdamaian dan kekhususan Aceh yang dinilai berada dalam bahaya besar.

“Kami mengharapkan bantuan dari Turki menyelamatkan situs sejarah, adat istiadat, dan perdamaian Aceh sehingga Aceh damai selamanya. Aceh dan Turki bersaudara hingga akhir masa,” kata Mawardi.

Sebelumnya diwartakan, 13 November 2017 lalu, Wakil Perdana Menteri Turki, Fikri Isik, mengunjungi Aceh. Usai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, ia menceritakan sejarah bagaimana hubungan Turki dengan Aceh yang telah terjalin sejak masa Kesultanan Turki.

Aceh memiliki hubungan yang sangat erat dengan negara Turki. Hubungan ini telah berlangsung sejak lama saat masa Kesultanan Turki.

“Kita memiliki hubungan sejarah yang sangat panjang. Kita telah mengenal satu sama lain selama berabad-abad. Kepedulian yang diperlihatkan oleh kakek kami kepada kalian (Aceh) insya Allah mulai sekarang kami akan meniru apa yang telah dilakukan kakek moyang kami kepada Aceh,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di hidayatullah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *