3 Gempa di Indonesia Dalam Kitab Kuno Aceh

Kitab-kitab kuno seringkali dianggap remeh dan tidak menarik. Terlebih di era kemajuan teknologi yang semakin pesat. Selain itu, memang tidak semua orang dapat membaca dan memahami kitab kuno sebab banyak menggunakan bahasa dan tulisan tertentu. Jadi, orang-orang tertentu yang mampu memahami isi dari kitab-kitab kuno.

Kitab-kitab kuno biasanya berisi berbagai aspek kehidupan bahkan ramalan. Seperti halnya kitab kuno yang terdapat di Aceh. Kitab yang bernama Tajjul Muluk itu ditulis sekitar tahun 1725 M.

Kitab dengan isi tulisan huruf arab tersebut berisi ramalan-ramalan gempa bumi yang terjadi di Indonesia. Menurut pemilik kitab tersebut, Tarmizi A. Hamid atau dikenal dengan Cek Midi, bahwa kitab tersebut adalah catatan-catatan peristiwa atau gejala alam yang ditulis oleh orang-orang sufi pada zaman dahulu.

Berikut 3 Gempa Bumi yang Sesuai dengan Isi Kitab Tajjul Muluk.

1. Tsunami Aceh pada Desember 2004

 

Sepenggalan kalimat dalam kitab Tajjul Muluk tertulis “Jika pada ketika dhuha alamat bala akan datang kepadanya tsunami”. Dalam kitab tersebut juga tertulis “…Jika pada Rabiul Awwal gempa pada ketika subuh alamatnya akan kacau balau dan lapar dalam negeri itu padanya”.

Bala artinya musibah. Artinya ketika gempa bumi terjadi pada waktu dhuha (pagi) maka akan menimbulkan tsunami. Penggalan tersebut berkorelasi dengan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Dalam kalender Hijriyyah gempa terjadi pada bulan Rabiul Awwal.

Tsunami pada Desember 2004 tersebut telah memorak-porandakan Aceh dan menewaskan sekitar 100 ribu orang.

Fasilitas hancur dan perekonomian di Aceh lumpuh total. Indonesia benar-benar berkabung saat itu.

2. Gempa Pidie Jaya Desember 2016

Gempa Pidie Jaya pada Desember 2016 juga sama dengan yang tertulis dalam Kitab Tajjul Muluk. Gempa berkekekuatan 6,4 SR tersebut juga terjadi waktu shubuh.

Dalam kitab tersebut juga tertulis “…Jika pada Rabiul Awwal gempa pada ketika subuh alamatnya akan kacau balau dan lapar dalam negeri itu padanya”.

3. Gempa Lombok pada Agustus 2018

Terbaru adalah gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Agustus 2018. Gempa berkekuatan 7,0 SR terjadi psekitar pukul 18.46 waktu setempat. Waktu tersebut adalah waktu maghrib.

“Jika pada Bulan Dzulkaidah gempa ketika maghrib, maka akan banyak orang kaya yang mati”, begitu salah satu penggalan isi kitab tersebut.

Artinya, gempa yang terjadi begitu besar sehingga banyak korban jiwa, termasuk orang-orang kaya. Begitu juga gempa yang terjadi di Lombok. Gempa tersebut menelan korban jiwa sekitar 387 orang serta ratusan ribu lainnya terluka.

Sumber: Kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *