Pemuda Palestina: Setelah Allah, Indonesia adalah Harapan Kami

Syaikh As’ad Khalil Hamudah, Jurnalis & Pembawa Berita Media Gaza mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi harapan Palestina, setelah Allah Swt.

Hal tersebut beliau ungkapkan saat diberi kesempatan berbagi kisah di AQL Islamic Center, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Selasa Malam, (8/1/2019).

“Kami (Palestina) mengidam-idamkan untuk datang ke Indonesia. Indonesia adalah tempat kami bersandar setelah Allah Swt., Indonesia adalah harapan kami, kekuatan kami. Bantuan Indonesia sangatlah banyak untuk Palestina,” ungkapnya.

Dosen Universitas Sains Gaza itu juga mengutarakan bahwa Indonesia telah mengakar di dalam hati orang-orang Palestina.

“Secara geografis Indonesia adalah tempat yang sangat jauh dari Palestina, tapi paling dekat di hati kami,” urainya.

“Ketika kalian diberikan kesempatan berkunjung ke Palestina, tanyakan kepada anak kecil di sana, apa itu Indonesia? Maka mereka akan menjawab, ‘Aku mencintai Indonesia. Indonesia adalah ruh kami. Indonesia adalah kekuatan kami.’ Itu diucapkan dengan kebanggaan. Mereka melihat Indonesia dengan mata Cinta,” lanjut pemuda Palestina tersebut yang juga seorang Hafidz dan Guru Qur’an di Kementrian Wakaf Gaza.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa isu Palestina bukan perkara politik, melainkan perkara iman dan akidah, sebagaimana termaktub dalam surat al-Isra’ ayat 1.

“Ini adalah perkara iman, perkara akidah, bukan perkara politik,” tegasnya.

Terkait peran umat Islam di seluruh dunia, terutama Indonesia, dalam menyoal isu Palestina maka setidaknya ada dua hal penting yang harua dilakukan secara massif.

“Pertama, kami sangat mengharapkan doa dari saudara muslim kami. Ketika kalian sudah mengangkat tangan untuk berdoa, maka itu adalah senjata kami. Kedua, sosial media. Jangan sepelekan sosial media. Kalian bisa menjadi duta bagi kami untuk menyampaikan berita tentang Palestina,” jelas beliau.

Di akhir pemaparannya, Pemuda yang telah merasakan emosional perjuangan para mujahid Palestina tersebut menceritakan bahwa saat ini Palestina mengalami blokade di semua lini. Listrik hanya menyala 4 jam dalam sehari semalam.

Berobat sangat susah. Untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri pun sangat sulit, karena perbatasan ditutup dan dijaga ketat. “Dengan semua kesulitan ini kami semua bisa bertahan karena Allah Swt.,” Ungkapnya.

Walau demikian, ia tetap yakin, bahwa suatu saat semua umat Islam seluruh dunia akan memasuki Baitul Maqdis dan shalat di Masjidil Aqsa dalam keadaan merdeka.

“Kita semua akan masuk ke Baitul Maqdis dalam keadaan merdeka.” Tutup Syaikh As’ad Khalil Hamudah.

Artikel ini telah tayang di aqlnews.com dengan judul Pemuda Palestina: Setelah Allah, Indonesia adalah Harapan Kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *