Kumpulan Cerita Caleg Stres, Agak Gila, Gila dan Memalukan 2014, Bagaimana di 2019?

Berikut saya kumpulkan aksi gila, setengah gila, stres di Pemilu Indonesia 2014 lalu di berbagai Media dari ujung Aceh sampai Papua.

Pada Pileg 2009 lalu misalnya, setidaknya Kementerian Kesehatan mencatat ada 7.736 caleg gila di seluruh Indonesia. Perinciannya, caleg gila untuk DPR RI ada 49 orang, DPRD provinsi 496 orang, DPD 4 orang dan DPRD kabupaten dan kota 6.827 orang.

Pileg tahun 2014 lebih banyak lagi caleg yang stress. Yuk kita lihat aksinya satu-persatu aksi mereka.

1. Caleg PKS rebut paksa kotak suara di TPS

aksi gila caleg PKS di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Nama caleg ini Muhammad Taufiq (50). Dia kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim

2.Caleg Hanura tarik bantuan untuk Musalah

Cerita gila lain adalah aksi caleg Partai Hanura, Haji Miftahul Huda. Dia menarik kembali bantuannya untuk musala di RT 2 RW 2, Desa Majan, Kecamatan Kedang Waru, Tulungagung, Jawa Timur.

3. Caleg wanita Gerindra di Solo cakar rekan partai

Dua pengurus Partai Gerindra Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Solo, Jawa Tengah, terlibat pertengkaran hebat. Cekcok sesama pengurus partai tersebut melibatkan Wakil Ketua DPC Nanang Sapto Nugroho dan Kurnia Sari, sekretaris partai.

4. Caleg gagal di Ambon demo keliling desa

Seorang calon anggota legislatif bersama sejumlah pendukungnya melakukan aksi demonstrasi ke beberapa desa di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, setelah tidak mendapat dukungan suara dari masyarakat setempat.

5. Caleg gagal dari Golkar blokir jalan desa

Aksi gila lainnya dilakukan caleg gagal di Kabupaten Klungkung, Bali, yang gagal meraih dukungan mayoritas masyarakat. Dia memblokade akses jalan warga di sekitar rumahnya di Nusa Penida.

7. Caleg Perempuan Purbalingga mengalami stres yang berlebihan, hingga mengalami depresi.

Tingkah lakunya sudah seperti orang gila, dengan rambut yang masih klimis, dan hanya mengenakan celana pendek, bahkan menjadi bahan ejek anak-anak.

Perempuan yang kala itu berumur 33 tahun ini merasa kampanye masih berlangsung hingga beberapa hari usai pemungutan dan penghitungan suara. Selama lima hari, dia terus-menerus berpidato.(VivaNews).

8. Caleg minta sumbangan untuk masjid dikembalikan

Muhammad Daming, bendahara Masjid Al Aqsha, Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar mengaku pihaknya menerima sumbangan dari sejumlah caleg dengan total Rp 7,5 juta. Namun setelah pemungutan suara pada 9 April kemarin, tiba-tiba sejumlah caleg meminta uang sumbangan itu dikembalikan.

9. Menarik Bantuan Mushallah di Tulung Agung

Pembangunan mushola di RT 2 RT 2 Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, bisa jadi akan terhambat. Pasalnya, material bantunan Haji Miftahul Huda, seorang caleg Partai Hanura ditarik kembali, gara-gara dia kecewa karena perolehan suaranya pada pemilu legislatif 9 April lalu di luar harapan. (AntaraNews).

10. Caleg Menyegel TK dan PAUD di Kolaka Sulawesi Tenggara

Seorang kepala desa di Kabupaten Kolaka menyegel sebuah sekolah Taman Kanak Kanak dan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini. Bahkan mengancam akan mengusir seluruh guru dan kepala sekolahnya setelah dua orang caleg titipan sang kades kalah di TPS dusun ini.

11. Menangis Stres dan harus dibawa ke padepokan untuk di Obati

Witarsa, Caleg dari Partai Demokrat untuk Dapil Jabar X ini mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya sangat besar.

Dia menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al- Quran.Saat menjalani pengobatan dari Ustadz Ujang Bustomi Witarsa bahkan sempat menangis. Dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar. Ia mengaku pusing dengan tagihan utang sebesar Rp 300 juta. (AntaraNews).

12. Caleg (Mantan Bupati Nabire) menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP.

Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anselmus Petrus Youw, nekat menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP dengan balok kayu, karena warga setempat tidak memilih dirinya saat Pemilu 2014.

Mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena sudah memberikan tanahnya untuk pembangunan perumahan, namun warga setempat tidak mencoblosnya.

13. Caleg menyuruh tim suksesnya memotong pipa induk

Seorang caleg diduga menyuruh tim suksesnya memotong pipa induk yang mengalirkan air bersih ke Desa Desa Terusanbaru, Terusanlama dan Seguringkecil dalam wilayah Kecamatan Tebingtinggi, Empatlawang, Sumatera Selatan.

Konon pembangunan yang menghabiskan dana sekitar Rp 1,3 miliar itu diperjuangkan istri sang caleg yang duduk di DPRD Sumsel. Namun karena harapannya mendapat suara 80 persen dari sekitar 1.000 lebih mata pilih di tanah kelahirannya itu gagal terwujud, sang caleg pun nekat menyuruh seseorang untuk memotong pipa induk tersebut.

14. Caleg ibu muda Bunuh Diri

Tindakan nekat dan tragis bahkan dilakukan seorang ibu muda dengan inisial S yang gagal menjadi caleg. Anggota sebuah partai asal kota Banjar, Jawa Barat ini memilih bunuh diri saat dia tidak berhasil menjadi calon anggota dewan.

Wanita itu mencalonkan diri untuk Dapil I kota Banjar dengan nomor urut 8. Namun saat mengetahui dia gagal, depresi dan bisikan setan membuat S bunuh diri dan mayatnya ditemukan di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

15. Caleg Menarik Buku Tabungan

Salah satu caleg parpol (Y) di kota Bogor. Saat kampanye, Y meminta bantuan tim suksesnya yakni SB untuk memberikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp50 ribu setiap buku (Antara News)

Saat itu Y sangat pede bisa meraih suara. Nyatanya, ketika pemilu usai dan suara dihitung, dari total DPT yang ada 900 suara, Y hanya meraih di bawah 10 suara. Mungkin Y akhirnya menyadari apa arti pemberi harapan palsu (PHP). Dia kemudian menarik lagi buku tabungan yang sempat dibagi-bagikan itu. (Antara News)

16. Tarik Lagi Sumbangan di MTs

Ketika sedang masa promosi, seorang caleg dengan inisial AH yang berasal dari Dapil I kabupaten Sumbawa tampak begitu baik sekali dengan memberikan sumbangan 100 buah kursi plastik dan 25 sak semen ke sebuah MTs di kecamatan Labangka.

Tentunya pihak sekolah dan para siswa sangat bahagia dengan bantuan AH. Tapi coba tebak, ketika dia kalah dan gagal menjadi anggota legislatif, AH langsung menarik seluruh kursi dan sak tersebut. Mungkin barang bantuan itu mau dia jual lagi sebagai biaya menutupi hutang ketika kampanye ya. (Andaikata.Com)

17. Cabut Tiang Listrik

Seorang caleg parpol dari Dapil I Dumai Timur dengan inisial A, memilih untuk memasang tiang listrik kepada warga setempat saat kampanye dengan penuh semangat. Tapi saat tahu di gagal, A langsung mencabut kembali tiang listrik yang sudah diberikan. Apa mau dia pasang sendiri di rumahnya ya?

18. Merangkak di Pinggir Jalan

Seorang caleg dari Dapel Tangerang yang berusia 40 tahun langsung marah-marah saat tahu dia kalah dalam pemilu. Bahkan sore harinya usai pemilu digelar, pria itu langsung frustasi dan merangkak di pinggir jalan sambil membawa cangkir meminta uang kepada setiap orang yang lewat.
Satu hal yang diucapkan pria itu yakni, “Kembalikan uang saya,” Sedih sekali ya

19.Caleg Gusur Warga

Warga di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan Tobelo, kabupaten Halmahera Utara mungkin kaget. Ketika mereka dengan total 42 KK harus digusur dari tempat tinggal oleh pemilih lahan dengan alasan akan dibangun tempat usaha.

Usut punya usut, rupanya hal itu dipicu dari gagalnya EP menjadi caleg dari dapil daerah tersebut. Di mana EP sama sekali tak memperoleh suara. Wah, karena kalah akhirnya pakai cara yang pengecut nih.

20. Caleg Golkar Bulukumba Segel Irigasi dan Puskemas

Sejumlah pendukung salah Caleg dari Partai Golongan Karya (golkar) A.Baso Mauragawali menutup irigasi dan sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terletak di Desa Bontenyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (22/4/2014).

Penutupann ini dikarenakan calegnya gagal terpilih anggota legeslatif DPRD Bulukumba. Mereka menimbun tanah saluran irigasi dan juga menyegel Puskesmas. (Makassar.TribunNews)

21. Caleg Demokrat Parepare, meminta kembali kompor gas

Andi Farida Soewandi, caleg DPRD asal Demokrat di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, meminta kembali kompor gas yang pernah dibagikan ke puluhan warga di Kelurahan Batang Rappe, Kecamatan Bacukiki, tiga hari sebelum hari pencoblosan.(Makassarterkini.com)

22. Caleg Mengerahkan Massa untuk Sweeping

Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRD Makassar, Idrus kecewa tidak dipilih oleh warga, ia mengerahkan 10 orang timnya untuk menghadang warga di jalan masuk Perumahan Adjwa dan Kampung Batu Tambung, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. (KlikMakassar.com)

23. Caleg Minta Uang Sumbangan di Mesjid Dikembalikan

Sejumlah caleg meminta kembali sumbangannya Rp 7,5 juta untuk Mesjid Al Aqsha di Desa Rio, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulbar. Padahal uang sumbangan itu sudah masuk ke kas mesjid dan sudah diumumkan ke warga.

Para caleg meminta kembali uangnya, karena merasa warga di sekitar mesjid kurang memilih mereka.

24. Caleg Tak Mau Bayar Saksi

Puluhan saksi mengancam ngamuk di posko caleg dari Partai Nasdem, Kamaruddin Olle di Jl Tanjung, Taman Bunga, Makassar dekat Mapolsek Tamalate, karena honor saksi mereka tidak dibayarkan.

Kamaruddin Olle tak menepati janjinya membayar para saksi karena perolehan suaranya di pileg rendah.

25. Istri caleg Minta Cerai

Nasib seorang calon anggota legislatif di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sungguh sial. Sudah gagal lolos menjadi wakil rakyat dalam pemilu legislatif, Rabu, 9 April 2014, dia masih harus menghadapi ancaman cerai dari istrinya. Sang istri merasa sangat kecewa. Bahkan keduanya terlibat dalam pertengkaran setelah mengetahui perolehan suara sang caleg jeblok, sehingga tidak memungkinkannya duduk di DPRD Kota Kupang.

Sebagian harta mereka ludes dijual untuk kepentingan pencalonan. Sepeda motor dan barang tidak bergerak lainnya telah dilego. Bahkan rumah mereka pun telah digadaikan ke orang lain.

27. Caleg Bunuh Diri

Sri Hartati (23), salah seorang calon legislatif (caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut delapan untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Banjar, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di saung sawah di Dusun Cigarogol, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis. Korban yang sedang hamil empat bulan itu sebelumnya telah dicari selama sehari, namun tidak ditemukan (pikiran rakyat.com).

Bagaimana untuk pemilihan calon legislatif di tahun 2019?

Baca sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *