Kisah Duka Istri Nelayan Idi: Seminggu Sudah Dimakamkan di Myanmar, Nurlela Tetap Ingin Jasad Suaminya Dipulangkan

Sebanyak 16 ABK KM Bintang Jasa yang hanyut dan terdampar ke perairan Myanmar hingga ditangkap dan masih ditahan di Penjara Kawthaung Provinsi Thanintharyi, Myanmar, sejak sepekan lalu.

Nurdin adalah , warga Gampong Tanjong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur yang salah satu awak KM-Bintang Jasa yang memiliki jabatan sebagai masinis.

Ia dikabarkan meninggal pada Selasa (6/11/2018) pekan lalu setelah terapung di laut lepas.

Berdasarkan keterangan istri almarhum Nurdin, Nurlela, kepada wartawan, Selasa (13/11/2018), suaminya itu meninggal setelah lompat dari kapal ke laut di saat petugas perairan Myanmar menangkap kapal yang ditumpangi suaminya.

“Saya baru saja tahu tentang informasi almarhum suami saya, karena siang tadi ada petugas dari Kedutaan Indonesia atas Myanmar, mengabarkan kepada saya bahwa suami saya telah meninggal dunia, dan kini telah dimakamkan di Myanmar,” ungkap Nurlela sambil menitikkan air matanya.

Nurlela sangat menyesalkan lambannya informasi yang diterima dadri Kedutaan Indonesia untuk Myanmar.

“Kabar itu tidak membuat saya shok, tapi kenapa pemerintah lambat menyampaikan informasi kepada keluarga dan mengambil langkah tanpa ada konsultasi dengan keluarga tentang pemakaman,” kata Nurlela penuh kekecewaan.

“Saya sangat kecewa kepada Pemerintah Aceh dan Indonesia, yang mana untuk memperjuangkan nasib rakyatnya sendiri tidak mampu, malah mengambil tindakan tanpa meghiraukan perasaan keluarga,” tambah Nurlela.

Baca Juga: Myanmar Tahan 16 Nelayan Aceh KM Bintang Jasa Sengaja Digiring Ke Perairan Myanmar

Ia berharap kepada Pemerintah Aceh dan Indonesia agar dapat segera memulangkan jasad suaminya ke kampung halaman.

“Walaupun kondisi jasad sudah tidak layak lagi, setidaknya kami bisa melihat jasad Nurdin dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya sendiri,” pinta Nurlela.

Nurlela saat ini sedang hamil tua dan akan merawat 5 anaknya.

Ia mengaku tetap ikhlas atas meninggalnya suaminya, namun keinginannya hanya satu; dapat melihat jasad suaminya dimakamkan dengan baik di tanah kelahirannya.

 

Sumber: Acehsatu.com

Satu tanggapan untuk “Kisah Duka Istri Nelayan Idi: Seminggu Sudah Dimakamkan di Myanmar, Nurlela Tetap Ingin Jasad Suaminya Dipulangkan

  • November 14, 2018 pada 7:42 am
    Permalink

    Hal seperti inilah Yg sering kita sesalkan sebagai Masyarakat . Yg seharusnya pihak Pemerintah baik Dari perwakilan Negara memberikan Informasi Yg pantas dan tdk mengambil Langkah Sendiri tdk mnghargai perasaan kluarga

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *