Awalnya Lelaki Ini Mau Merampok Sebuah Lembaga Pengelola Sedekah, Tapi Lihat Apa Yang Dilakukan Setelah…

Setelah di PHK dan di kejar kejar Rentenir, lelaki ini di tinggal oleh anak dan istrinya. “bak jatuh dan di timpa tangga” membuat lelaki ini putus asa dan berniat merampok salah satu lembaga pengelola sedekah “PPPA Daarul Qur’an”.

Sebelum melakukan aksinya, lelaki ini lebih dulu memantau gedung “PPPA Daarul Qur’an” dari kejauhan, ketika melihat karyawan dan satpam meninggalkan gedung tersebut karena jam istirahat, dia langsung melakukan aksinya.

Sampai di dalam gedung lelaki ini lantas menodongkan pisau kepada karyawan yang tinggal disana, lalu menyuruh karyawan tersebut mengeluarkan semua uang yang ada, karena ketakutan karyawan ini pun mengeluarkan sebuah ampload yang berisi uang hasil sedekah dari jamaah.

Ketika membuka amplop tersebut, lelaki ini mengira kalau yang sedekah di lembaga itu orang tajir karena uang dalam amplop tersebut berjumlah banyak.Namun setelah mbak karyawan menjelaskan kalau uang itu sedekah dari salah satu kuli angkut pasar, lelaki ini tidak mau menerimanya, dan meminta uang sedekah dari orang lainnya.

Begitupun pada amplop kedua, lelaki ini masih menolak karena menurut cerita dari mbak karyawan, bahwa amplop itu hasil sedekah dari seorang perempuan yang berprofesi sebagai kuli cuci.

Kejadian menarik terjadi pada saat mbak karyawan mengeluarkan hasil sedekah yang ketiga, karena uang tersebut bukan ditaruh di dalam amplop, melainkan di dalam toples yang bertuliskan Rp 120.000, lantas pria ini bertanya dari siapa uang tersebut kenapa ditaruh didalam toples segala.

Mbak karyawan ini pun bercerita, kalau uang dalam toples tersebut hasil dari sedekah seorang anak kecil yang papa dan mamanya lagi berpisah, mamanya meninggalkan papanya karena papanya di kejar kejar rentenir dan baru di PHK.

Merasa aneh dengan cerita tersebut, Lelaki ini lantas bertanya siapa nama anak yang bersedekah dalam toples itu, ketika mbak karyawan tersebut menjawab, dia baru sadar kalau itu putrinya dan baru ingat kalau uang itu merupakan uang pemberiannya kepada putrinya yang berjumlah Rp 120.000.

Mendengar tiga cerita dari mbak karyawan tentang siapa orang orang yang bersedakah di lembaga itu, lelaki ini akhirnya tersadar dan menyesal sudah mencoba merampok. rupanya orang orang yang bersedekah di lembaga ini bukanlah orang orang tajir seperti yang ada dalam pikirannya, bahkan orang orang yang lebih lemah darinya.

Akhirnya lelaki ini menyerahkan pisaunya kepada mbak karyawan dan berterimakasih karena telah menyadarkannya.

Silahkan Nonton Videonya disini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *