Meuramah! Gara-gara Palsukan Tanda Tangan Geuchik Jadi Tersangka, Kini Dipenjara

Seorang Keuchik di Kabupaten Aceh Utara akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan dipenjara.

Keuchik Gampong Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara yang berinisial Us ditahan karena dugaan pemalsuan tanda tangan.

Ia memalsukan tanda tangan seorang anggota tuha peut dalam dokumen penyempurnaan APBG tahun 2017.

Karena perbuatannya itu, sang keuchik pun ditahan setelah penyidik Reskrim Polres Aceh Utara menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Adanya pemalsuan tanda tangan ini terungkap setelah pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap tersangka. Pemeriksaan tersebut sudah mendapatkan izin dari Bupati Aceh Utara.

Menurut informasi, Us memalsukan tanda tangan pada berita acara tentang persetujuan penyempurnaan dan perbaikan rancangan qanun (raqan) APBG menjadi qanun APBG tahun anggaran 2017.

Dimana dokumen berita acara tesebut harus diteken oleh ketua tuha peut, wakil ketua, sekretaris dan empat anggota tuha peut.

Nah, ternyata salah satu diantara tuha peut adalah M Yacob. Namun, tanda tangan M Yacob sebagai anggota tuha peut, diduga dipalsukan oleh keuchik.

Seperti diberitakan tribunnewss.com, Sabtu (27/10/2018), Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah ditetapkan tersangka dan langsung ditahan untuk 20 hari ke depan

“Setelah diperiksa, keuchik tersebut langsung kita tetapkan sebagai tersangka kemudian tersangka langsung kita tahan untuk 20 hari ke depan,” ujar Iptu Rezki Kholiddiansyah

Sebagai informasi, pemalsuan tanda tangan adalah tindak kejahatan yang bisa diproses hukum dengan hukuman maksimal 6 (enam) tahun penjara.

Berdasarkan Pasal 263 ayat (1) KUHP berbunyi sebagai berikut:

Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.” (sumberhukum.com).

surat yang dipalsu itu harus suatu surat yang:

1. Dapat menerbitkan hak, misalnya: ijazah, karcis tanda masuk, surat andil dan lainnya.

2. Dapat menerbitkan suatu perjanjian, misalnya: surat perjanjian piutang, perjanjian jual beli, perjanjian sewa dan sebagainya.

3. Dapat menerbitkan suatu pembebasan utang, misalnya kwitansi atau surat semacam itu; atau

4. Suatu surat yang boleh dipergunakan sebagai suatu keterangan bagi sesuatu perbuatan atau peristiwa, misalnya: surat tanda kelahiran, buku tabungan pos, buku kas, dan masih banyak lagi.

Meskipun dapat dijerat dengan dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.

Pada akhirnya hakim di pengadilanlah yang berwenang memutuskan pidana yang akan dijatuhkan terhadap seorang yang terbukti memalsukan surat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *