15 Permainan Populer Anak ACEH Jaman Dulu

Anak-anak Aceh yang lahir setelah tahun 90 mungkin tak banyak yang tahu, betapa serunya permainan anak-anak Aceh masa itu. Meskipun jauh dari sentuhan teknologi, generasi 90-an justru menjadi sangat kreatif.

Beberapa permainan di bawah ini sangat sering dimainkan anak anak Aceh jaman dulu, sepulang sekolah maupun di hari libur.

1.Beude Tring

Meriam bambu merupakan salah satu permainan tradisional khas dan cukup populer serta dikenal di berbagai daerah-daerah bahkan hampir di seluruh wilayah nusantara pada umumnya.

Selain disebut dengan istilah Meriam bambu, di berbagai daerah permainan ini dikenal juga dengan nama bedil bambu, mercon bumbung, long bumbung, dan di aceh di sebut bude trieng dan seterusnya.

Permainan bedil bambu atau bude trieng ini biasanya dimainkan oleh anak – anak laki-laki dalam rangka memeriahkan bulan puasa menjelang hari raya, dan peringatan hari besar agama maupun adat.

2. Klereng ( aneuk guli )

kelereng adalah permainan dengan biji keras yang di buat dengan kaca.. dan permainnya berbagai macam cara juga. bermaim seperti maen gambar juga bisa  melemparinya.

Tetapi bedanya kelereng melemparinya dengan kelereng juga.. dan masih banyak cara mainnya..

3. Main bola di sawah

Bermain bola di sawah sangat menyenangkan bagi anak-anak jaman dulu.

Permainan ini biasa dimainkan saat sudah panen disawah. mereka menfaatkannya untuk bermain bola kaki.

Permainan bola disawah pada umumnya sama juga dengan bermain bola biasa, tapi dibatasi jumlah pemain.

Berebutan bola dalam lumpur untuk disarangkan ke gawang lawan yang masing-masing dijaga seorang kiper.

Percikan tanah becek berwarna kecoklatan justru menjadi sesuatu yang mengasyikkan bagi mereka.

 

4. petak umpet ( maen pet pet )

Permainan tradisional petak umpet ini permainan anak anak dulu dan sekarang ini sudah tidak ada atau jarang sekali dimainkan oleh anak-anak karena banyaknya permainan yang didukung dengan teknologi yang canggih.

Tetapi Permainan tradisional ini tetap bertahan dan menjadi permainan tradisional yang masih dimainkan oleh anak-anak.

Saat ini, permainan petak umpet masih dimainkan oleh anak-anak sd di beberapa sekolah dan desa desa lagi pula Banyak sekali hal-hal menarik yang membuat permainan ini masih digemari oleh kalangan anak-anak sampai saat ini.

5. mobil pelapah rumbia ( moto peuleupeuk meuria )

Pada era 90-an banyak anak anak bermain mobil mobilan.

Mobil yang dibuat dengan pelepah meria ini banyak diminati oleh kalangan anak anak dulu.

6. Beude thup

Bude thup merupakan permainan anak zaman dahulu.

Bude Thup bisa dibuat dengan bambu kecil dan peluru biasanya biji jambung yang udah jatuh ketanah.

7. senjata mainan ( beude atom )

Kebanyakan anak anak pada zaman dulu bermainnsenjata atam di saat hari lebaran.

Tiap lebaran banayak yang menjual senjata mainan.

Biasanya mereka keliling kampung bersama sama dan mereka tidak lupa membawa senjata mainan itu untuk bermain sama temannya.

8. Patok lele ( main kandang )

 

Meuen peh kayee (permainan dengan cara memukul kayu). Peralatan ini ada juga yang terbuai dari rotan, pelepah rumbia dan aur yang telah kering.

Permainan ini ada juga yangmenamakan meuen siuigket (menyungkit). Permainan ini tidak terikat sama sekali dengan waktu kecuali malam hari.

Istilah-istilah yang dipergunakan dalam permainan yaitu boh sungket adalah bola pertama dalam memulai permainan dengan menyungkit anak yang telah diletakkan di atas lubang yang telah disediakan dengan gagangnya sekuat mungkin ke arah lawan.

Boh Peh adalah bola kedua dimana anak diumpamakan sebagai bola sesudah dilambungkan ke atas kemudian dipukul sekuat mungkin ke arah lawan.

Sedangkan boh jeungki adalah bola ketiga, dimana anak diletakkan di atas lubang yang berukuran 5 cm, panjang 10 cm, luas 5 cm secara membujur yang sebagian berada di dalam lubang dan sebagian lagi berada di atas.

kemudian dipukul bagian atas sampai naik setelah anak ini naik dari atas lubang diusahakan untuk dipukul secara lemah, barulah dipukul yang kuat ke arah lawan.

Permainan terdiri dari dua regu. Kedua regu itu melakukan sut untuk mencari pemenang. Pemenang mendapat giliran 1 untuk memulai permainan dan yang kalah men-jadi penjaga.

Permainan ini dimainkan anak dialas 8 tahun karena permainan ini harus bisa menghitung. Permainan ini dapat dimainkan secara perorangan maupun beregu.

Permainan secara perorangan dapat dilakukan oleh 2 – 3 orang (secara sendiri sendiri).

9. Lop lop manoek

Pada era 90-an permainan ini banyak dimainkan oleh anak anak yang berusia 10 tahun kebawah.

Permainan ini juga hampir sama denagn permainan petak umpet.

10. Beude peuleupeuk pisang

Pada era 90-an anak anak banyak yang kreatif untuk membuat sebuah benda demi brmain bersama.

Mereka membuat senjata dengan peulepak pisang yang telah dilobangin ditempat tertentu.

Meskipun begitu mereka tetap asyik bermain satu sama lainnya.

11. maen catoe bak tanoeh

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, banyak permainan atau hiburan tradisional rakyat Aceh yang kini ter­lupakan.

Cato (catur) Aceh salah satunya, permainan rakyat yang kerap dimainkan oleh orang tua di zaman dulu.

Catur Aceh dimainkan di atas papan ukuran kecil dan ada juga di tanah yang udah dilubangin dengan jumlah anak catur bervarian mulai dari 28, 81, dan 100.

Se­men­tara bahan yang dijadikan sebagai anak catur adalah dari batu. Untuk ukuran besar diberi nama ri­mueng (harimau), dan pionnya atau batu kecil adalah kambing.

12. Maen rhom rhom silop

Lempar sandal adalah permainan sederhana yang bahan atau alat yang dimainkan adalah sandal. Disini diperlukan empat buah sandal, tiga buah sandal disusun seperti pada gambar diatas, dan satu buah digunakan untuk melempar sandal yang tersusun tersebut dan juga melempar pemain

13. Pusu ticem

Permainan tradisional petak umpet ini permainan anak anak dulu dan sekarang ini sudah tidak ada atau jarang sekali dimainkan oleh anak-anak karena banyaknya permainan yang didukung dengan teknologi yang canggih.

tetapi Permainan tradisional ini tetap bertahan dan menjadi permainan tradisional yang masih dimainkan oleh anak-anak.

Saat ini, permainan petak umpet masih dimainkan oleh anak-anak sd di beberapa sekolah dan desa desa lagi pula Banyak sekali hal-hal menarik yang membuat permainan ini masih digemari oleh kalangan anak-anak sampai saat ini.

14. Maen yeye

karet itu adalah ikat kantong kopi.. tetapi dulu bukan buat ikat kopi aja lo.. bisa juga buat bermain.. bermain 3 orang.. dua orang memegangnya dan mamutarnya.. dan 1 orang loncat2 lah.. hihi.. kita permainan itu hampir hilang. apa lagi di sebagian kota.

15. peu ek layang

Aceh memiliki tradisi per­lombaan layang-layang yang dimainkan setiap musim panen tiba. Kekuatan layang-layang yang umumnya dimainkan para lelaki dewasa ini terletak pada rangkanya.

Maka itu pembuatan rang­kanya dari bambu duri dan diperlukan keahlian khusus.

Geulayang tunang dalam bahasa Indonesia permainan layang-layang. Di Aceh permainan ini dilakukan usai panen raya dan disaat musim angin timur. Tetapi sekarang ini kompetisi geulayang tunang digelar saat per­ayaan hari-hari besar.

16. dan lain lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *