Terungkap! 5 Fakta Sam Aliano, Pengusaha Keturunan Turki yang Nyalon jadi Presiden Indonesia

Persaingan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin ketat setelah beberapa partai telah memilih kandidat terbaiknya.

Namun, isu seputar Pilpres 2019 semakin hangat dengan kehadiran Sam Aliano, seorang pengusaha kaya keturunan Turki.

Ia telah memasang sejumlah baliho di Jakarta dan menyatakan diri sebagai Calon Presiden Republik Indonesia 2019.

Saat dihubungi Tribunnews.com, Sam membenarkan tentang yang tertera di baliho tersebut.

Hanya saja, belum diketahui partai politik (parpol) mana yang bakal mengusungnya.

Sam pun telah membeberkan sejumlah janji jika dirinya terpilih menjadi Presiden.

“Saya mau menjadi Presiden. Janji saya menghapus utang Indonesia. Termasuk menggratiskan umrah untuk seluruh warga Indonesia yang memilih saya,” jelas Sam.

Selain membuat Indonesia bebas hutang, Sam juga memiliki cita-cita untuk memberantas korupsi, rakyat sejahtera, sehingga terwujud Indonesia jaya.

Lalu, siapa sebenarnya sosok Sam Aliano yang mengajukan diri menjadi Presiden RI?

Dirangkum TribunTravel dari berbagai , berikut sederetan fakta tentang Sam Aliano yang menarik untuk disimak.

1. Punya banyak usaha dan bisnis yang sukses

Sam adalah pendiri Samco Group yang bergerak di beberapa bidang seperti manufaktur, ekspor-impor, properti, pertanian dan pertambangan.

Sam bahkan pernah menerima beberapa penghargaan, termasuk menjadi Eksportir Terbaik Indonesia di tahun 2012 dan mendapat penghargaan sebagai Pengusaha Terbaik di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2016.

2. Jadi capres ‘naturalisasi’ yang janjinya menggiurkan masyarakat Indonesia

Pemilihan Presiden tak lengkap jika tidak diramaikan janji-janji politik.

Jika Jokowi fokus pada infrastruktur, sam Aliano berjanji melunasi hutang rakyat Indonesia.

Bukan cuma itu saja, Sam juga menjanjikan umrah gratis per 1 orang.

3. Masih muda, kaya dan aktif di berbagai Ormas dan Parpol

Pria kelahiran 19 Juli 1974 ini ternyata seorang Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia.

Kepiawaiannya dalam bisnis tentu tidak diragukan lagi.

Di usianya yang masih cukup muda yaitu 43 tahun, Sam Aliano juga aktif di kegiatan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan partai poliyik.

Ia menjabat sebagai Bendahara Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang JAPAR), Ormas bentukan Senator DKI Jakarta, Fahira Idris.

Sam juga merupakan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

Untuk Parpol, ia dikabarkan pernah bergabung dengan Gerindra, lalu pindah ke Partai Idaman yang didirikan Rhoma Irama.

4. Pernah terlibat masalah dengan Nikita Mirzani

Tahun 2017 lalu, akun Twitter Nikita Mirzani pernah diretas orang, sehingga menuliskan kata-kata yang tidak pantas pada Gatot Nurmantyo, yang kala itu menjabat sebagai Jenderal TNI.

Kala itu, Sam melaporkan Nikita ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar segera mencekalnya.

Namun ternyata, tuduhan pada Nikita tidak terbukti karena akunnya hanya diretas.

Nikita kemudian balik melaporkan Sam ke polisi, atas tuduhan pelannggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasalnya, laporan Sam membuat beberapa kontrak kerja Nikita dibatalkan, sehingga mengalami kerugian materi.

5. Membuat heboh dengan aksi-aksinya

Satu hal yang menarik dari pengusaha yang mengajukan diri menjadi capres ini adalah aksinya yang membuat heboh.

Masih ingat karangan bunga untuk tersangka kasus korupsi E-KTP, Setya Novanto beberapa waktu lalu?

Ya, karangan bunga yang dikirim Sam kepada Setya Novanto di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dirusak orang misterius.

Merasa tidak terima karena karangan bunga darinya rusak, Sam melakukan sayembara untuk mencari pelaku.

Bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelakunya, ia menjanjikan hadiah yang cukup fantastis yaitu uang senilai Rp 1 Miliar.

Tak tanggung-tanggung, uang yang akan dijadikan hadiah itu juga telah ditunjukkan kepada publik dan awak media.

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 5 Fakta Sam Aliano, Pengusaha Kaya Keturunan Turki yang Nyalon jadi Presiden Indonesia,
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Rizky Tyas Febriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *