Pembebasan PSK Online Menuai Reaksi Dari Berbagai Kalangan

Perkembangan kasus praktik prostitusi online dengan dipulangkannya sejumlah pelaku kepada pihak keluarga telah memantik reaksi dan tanggapan dari berbagai kalangan. diantaranya dari Anggota DPD RI asal Aceh Haji Uma dan Wakil Ketua DPRA T Irwan Djohan.

Dikutip dari Acehtrend haji uma berharap kepada penegak hukum untuk menghadirkan kembali para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Haji Uma, dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Qanun Jinayat sudah jelas mengatur tentang Jarimah beserta ancaman sanksi hukum yang dikenal uqubat hudud.

“Mereka para pelaku secara jelas telah melakukan perbuatan zina yang dikuatkan dengan pengakuan mucikari dan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pelaku tidak akan mengulanginya lagi, berani tidak penegak hukum mengatakan mereka tidak berbuat Zina?” tantang Haji Uma.

Dalam hal ini, Haji Uma juga mengungkapkan bahwa pembebasan para pelaku prostitusi online tanpa ada proses hukum apapun sebagai efek jera merupakan preseden buruk dalam implementasi qanun syariat Islam di Aceh.

Selain haji uma, Wakil Ketua DPRA T Irwan Djohan, juga mempertanyakan alasan dan siapa dibalik pembebasan tujuh PSK online tersebut.

“Ada apa, atau ada siapa… Dibalik pembebasan para PSK yang terciduk sedang melakukan transaksi prostitusi di sebuah hotel?,” tanya Irwan Djohan dalam status Facebooknya.

Jika benar para PSK yang sudah mengakui perbuatannya itu dilepaskan, kata dia, maka akan menjadi tanda tanya besar dan semakin menurunkan kepercayaan rakyat kepada
penyelenggara pemerintahan yang tidak menerapkan hukum secara adil.

“Seharusnya, sebelum diputuskan untuk dibebaskan atau dijatuhi hukuman, mereka harus melewati proses persidangan terlebih dahulu,” ujar Irwan Djohan..

“Dalam persidangan itulah seharusnya akan terungkap nama-nama para pelanggan bisnis illegal mereka, yang harus ikut menerima konsekuensi hukum yang berlaku di Aceh,” tambahnya.

Diketahui, sejumlah mahasiswi yang diamankan oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh, terkait bisnis prostitusi online yang diungkap di Hotel The Pade beberapa waktu lalu, dikembalikan kepada keluarga.

Dikembalikannya sejumlah mahasiswi tersebut, setelah pihak Kepolisian memanggil orang tua dari mahasiswi tersebut beberapa waktu lalu. Mereka juga telah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Pengembalian sejumlah mahasiswi ini terungkap dalam pertemuan anggota Komisi VII DPR Aceh dengan Kapolresta Banda Aceh, Kamis (5/4) kemarin.

“Polisi telah memanggil orang tua mahasiswi pekerja seks dan mereka membuat surat pernyataan tidak mengulangi kesalahan. Mereka menandatangani surat ini,” kata Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto.

Sementara itu, mucikari yang ditangkap bersama 7 PSK yang terlibat prostitusi online beberapa waktu lalu, saat ini masih ditahan di Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani proses hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *